Keamanan pangan Penting!, BBPOM Padang Lakukan Advokasi.

Berita

01-03-2023

Padang Panjang- Masalah keamanan pangan adalah masalah lama yang belum terselesaikan, saat seharusnya kita mulai mencari inovasi, namun masalah kebersihan pangan, masalah bahan berbahaya dan stunting belum juga dapat kita atasi. Masalah utama pangan adalah persepsi masyarakat terkait pangan. Masyarakat sudah mengganggap yang dilakukan selama ini adalah sesuatu yang aman saja dan tidak memiliki resiko apapun. Padahal masih dijumpai kasus keracunan akibat pangan, angka stunting juga belum dapat kita tekan.

Melalui program keamanan pangan terpadu dari Badan POM, BBPOM Padang Melaksanakan  kegiatan Advokasi kelembagaan Program Prioritas Nasional Keamanan terpadu di Pendopo Rumah Dinas Wali kota Padang panjang, Selasa (28/2). Kegiatan dihadiri Oleh kepala BBPOM Padang dan Sekdako Padang Panjang yang di fasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang.

Kepala BBPOM Padang, Drs. Abdul Rahim, Apt, M.Si mengatakan, Kota Padang Panjang merupakan salah satu dari tiga kabupaten/kota yang dilakukan advokasi oleh pihaknya. Selain itu ada Kota Solok dan Kabupaten Pasaman Barat. Ia yakin Pemerintah Kota Padang Panjang akan memberi dukungan penuh terhadap kegiatan ini bersama lintas sektor terkait.

Banyak sector yang akan diintervensi pada kegiatan ini, mulai dari sekolah yang kita tahu bahwa pangan jajajanan nya masih perlu pembenahan, kelurahan melalui pembentukan kader keamanan pangan yang nantinya akan dapat kita berdayakan secara berkesinambungan, dan tentu saja keamanan pangan di pasar Padang panjang. Pasar adalah asal semua pangan dan bahan pangan. Artinya melalui program ini tentu kita berharap bahwa pangan di Kota Padang Panjang adalah pangan yang aman dikonsumsi di semua lini.

Kegiatan Dibuka Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si, Pada sambutannya Sekdako Sonny menyampaikan terima kasih kepada BPOM dan khususnya Balai Besar POM di Padang yang telah memberikan kepercayaan menunjuk Kota Padang Panjang sebagai salah satu lokus atau objek yang menjadi advokasi atau intervensi dalam program keamanan pangan terpadu. Ini sangat sejalan dengan misi kedua RPJMD kaitannya dengan bagaimana mewujudkan SDM itu melalui pangan yang sehat,” ujarnya.

Melalui program keamanan pangan terpadu dari Badan POM ini kita berharap akan memberi hasil yang signifikan dan secara perlahan dapat memperbaiki prilaku dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan. (RM)