Edukasi Kemanan Pangan bagi Pelaku Usaha kuliner Sumatera Barat

Berita

10-02-2023

Bertempat di Pondok Pemuda Lubuk Selasih Kec.Gunung Talang Kab.Solok, Balai Besar POM di Padang diundang sebagai narasumber oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Prov.Sumatera Barat dalam rangkaian kegiatan pelatihan “Mencetak 100.000 Millenial Enterpreneur dan Woman Enterpreneur serta Pelaku Ekonomi Kreatif”. Peserta pelatihan berjumlah 30 orang yang berasal dari 19 Kab/ Kota di Prov Sumatera Barat termasuk Kab.Kep.Mentawai pada tanggal 10 Februari 2023. Mereka dibina sebagai Pelaku Ekonomi Kreatif untuk berlatih dan  memahami berbagai disiplin ilmu termasuk pengetahuan tentang Keamanan Pangan. Peserta diedukasi terkait bagaimana melindungi makanan/ minuman yang mereka produksi pada skala home industry dan atau pangan siap saji yang dipasarkan secara kuliner aman dari cemaran mikrobiologi, cemaran kimia dan cemaran fisika. Beberapa contoh cemaran mikrobiologi pada pangan yang disebabkan oleh bakteri dan dapat mengakibatkan gejala sakit bila kita mengonsumsinya diantaranya Salmonella typhi menyebabkan sakit tipus. Escherichia coli yang menyebabkan diare.

Berikut cemaran kimia yang dapat merusak cita rasa produk yang dihasilkan diantaranya penambahan Bahan Tambahan Pangan yang melebihi takaran sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan. Yang lebih parah lagi menambahkan bahan kimia terlarang kedalam produk pangan diantaranya borax, formalin, rhodamine b dan methanyl yellow dengan tujuan tertentu baik dari segi ekonomis maupun kwalitas produk tanpa mempertimbangkan bahaya yang muncul sesudah penambahan bahan berbahaya tersebut. Sementara cemaran fisika pada produk pangan hendaklah juga dijaga seperti cemaran buriran pasir pada pangan, cemaran potongan kuku, rambut dan kotoran lainnya yang kesemuanya itu tidak boleh ada dalam produk pangan yang dihasilkan.

Pihak penyelenggara yang diwakili oleh Dessuer mengungkapkan dan berharap BBPOM dapat memberikan pengetahuannya terkait keamanan pangan pada para peserta pelatihan sehingga orang-orang yang kita latih betul-betul memahami ilmu ini untuk diterapkannya dalam rangkaian kerja mempoduksi pangan. “Jangan sampai produk yang mereka hasilkan justru menimbulkan masalah baru dikalangan masyarakat serta bertentangan dengan hukum yang berlaku”, imbuhnya. Dengan pengetahuan yang mereka peroleh dari BBPOM di Padang akan menambah wawasan mereka sehingga dihasilkan produk pangan yang aman untuk dikonsumsi”, sembari menutup perbincangan dengan narasumber  BBPOM di Padang.

Balai Besar POM di Padang